
bagusbk
Feb 8, 2026, 9:04 AM
🏠 Tutorial Dasar Membuat Pondasi Rumah 1️⃣ Tentukan jenis pondasi Pilih berdasarkan kondisi tanah dan ukuran bangunan: •Pondasi Batu Kali → untuk rumah 1 lantai, tanah keras/stabil •Pondasi Footplate/Cakar Ayam → untuk rumah 2 lantai atau tanah kurang stabil •Pondasi Sloof Beton → pengikat antar pondasi agar struktur kuat Biasanya kombinasi batu kali + sloof dipakai untuk rumah 1 lantai. 2️⃣ Survey & pemeriksaan tanah Tujuannya untuk tahu: •kedalaman tanah keras •kondisi tanah (lempung/pasir/rawa) •kebutuhan kedalaman pondasi Profesional biasanya melakukan tes sondir (test tanah). 3️⃣ Pembersihan dan pengukuran lahan •Bersihkan lahan dari rumput, batu besar, sampah •Lakukan bouwplank (pengukuran batas bangunan) •Tarik benang untuk menandai letak galian pondasi 4️⃣ Penggalian tanah Ukuran umum untuk pondasi batu kali: •Kedalaman: 80–100 cm •Lebar bawah: 50–60 cm •Lebar atas: 30–40 cm (model trapesium) Untuk pondasi footplate: •Kedalaman lebih dalam, 1,5–2 m atau sesuai hasil tes tanah •Ada tulangan besi & base plate 5️⃣ Pemasangan pondasi Pondasi Batu Kali 1.Ratakan dasar galian 2.Pasang lantai kerja (urugan pasir/lean concrete tipis) 3.Susun batu kali + adukan semen berlapis-lapis 4.Bentuk trapesium (bawah lebih melebar untuk kestabilan) Pondasi Footplate 1.Pasang bekisting (cetakan kayu) 2.Susun tulangan besi (besi beton) 3.Tuang beton dengan mutu yang sesuai (K-225/250) 4.Ratakan dan padatkan 6️⃣ Pemasangan sloof Sloof adalah beton balok yang menghubungkan pondasi. •Pasang bekisting •Pasang besi tulangan sloof •Tuang beton •Ini yang mencegah tembok retak dan menahan beban dinding 7️⃣ Perawatan beton (curing) Setelah pengecoran: •Siram beton secara berkala 3–7 hari •Tujuan: beton tidak cepat kering dan retak 8️⃣ Siap untuk pekerjaan dinding / struktur atas Setelah pondasi dan sloof kuat, baru lanjut ke: •Kolom •Dinding •Lantai dasar